gudangnya makalah dan artikel

gudangnya makalah atau artikel, baik agama, ekonomi, politik, sosial, seni budaya, bahasa.

5th Maret 2011

Lompat Jangkit

Lompat Jangkit

Gerakan lompat jangkit memproyeksikan pusat gaya berat tubuh si pelompat di udara ke arah depan dengan melalui tiga tahapan lompatan atau tumpuan. Yaitu Hop-Step-Jump.

Menurut ketentuan si pelompat harus melakukan tiga kali menumpu, menumpu dua kali dengan kaki yang sama yang disebut step dan diakhiri dengan gerakan jump atau lompat. Hasil dari suatu lompatan sangat tegantung dari kecepatan horizontal dan kekuatan pada ketiga tahapan tumpuan tesebut. Jarak antara hop, step, jump bervariasi tergantung dari kecepatan, kekuatan, dan kelentukan otot. Sudut tumpuan yang tepat sangat membantu menjaga kecepatan.

Awalan Dalam Lompat Jangkit

untuk meningkatkan kecepatan lari dengan tidak menghambat dari tumpuan-tumpuan tersebut, Jarak awalan harus cukup panjang 35 – 40 meter, supaya kecepatan mencapai titik maksimal pada waktu melakukan tumpuan. Gerakan lari konstan dan mampu menempatkan kaki tumpu pada balok dengan tepat.
Gerakan Hop
Gerakan hop adalah gerakan dua kali menumpu kaki yang sama dengan tidak menghambat kecepatan lari atau awalan. Supaya lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut:
Perubahan kecepatan yaitu tekanan kaki ke arah depan dan ke atas yang digerakkan oleh kaki tumpu.

  • Perubahan gerakan cenderung ke arah depan tidak ke atas.
  • Setelah menumpu kaki menekan mengayuh dengan tenaga penuh sehinga kaki hampir sejajar dengan tanah.
  • Tahap akhir gerakan dengan sikap melayang untuk melakukan pendaratan.
    Sebelum mendarat kaki tumpu harus digerakkan ke depan, sedangkan kaki yang satu tergantung bebas di belakang titik pusat berat badan.
  • Saat kaki menumpu tumit lebih dahulu menyentuh tanah, tumit berada di depan titik pusat berat badan. saat melayang punggung diusahakan tegak tidak condong.

Gerakan Step

Gerakan tumpuan yang ketiga yang dilakukan setelah gerakan tumpuan kaki yang sama, gerakan ini bertujuan mengubah kecepatan ke arah gerakan step, untuk menjaga gerak mendatar sebanyak mungkin untuk dapat mengangkat bobot badannya ke arah jump. Untuk mendapatkan Gerakan step yang baik. Anda perhatikan penjelasan berikut:

  • Jaraknya langkah tergantung dari kecepatan saat melakukan tumpuan.
  • Perpindahan diperoleh saat gerakan hop ke arah gerakan step disamping kaki yang diangkat mengayun.
  • Setelah kaki melakukan dorongan yaitu setelah gerakan hop kemudian kaki yang satunya bergerak dari sikap tergantung di belakang digerakan dengan lutut terlebih dahulu dan pangkal paha dipertahankan jangan bergerak turun.
  • Kaki harus digerakkan setinggi mungkin anggota badan bagian bawah tidak kaku dan tetap terayuh.
  • Sebelum gerakan menumpu kaki ayun dipertahankan tergantung kemudian hentakan kaki ke atas untuk mendapatkan suatu ketinggian, dengan tumit terlebih dahulu dengan berat badan berada di depan tumit. badan waktu melayang dipertahankan tegak.
  • Gerakan mendarat atau Jump
  • Gerakan jump ini merupakan bagian terakhir dari gerakan-gerakan sebelumnya, gerakan hop dan step, untuk mendapatkan pendaratan yang sempurna perhatikan penjelasannya:
  • Jauhnya hasil suatu lompatan tergantung dari kontribusi gerakan-gerakan awal.
  • Gerakan step diikuti dengan kaki yang tergantung yang diayunkan ke muka dibantu dengan ayunan kedua tangan.
  • Badan diusahakan setegak mungkin untuk memperoleh ketinggian yang diinginkan.
  • Gerakan melayang biasanya menggunakan teknik Hang stile.
  • Merentangkan kedua belah lengan ke atas dimaksudkan untuk menahan gerakan turun ke bawah (drop).
  • Waktu mendarat perhatian tertuju pada kaki yang diayunkan sejauh mungkin ke depan dari pinggul.
  • Lutut belakang diangkat ke depan sehingga sejajar dan kedua lengan digerakan ke depan membantu gerakan kaki, setelah tumit menyetuh pasir gerakan pinggul mendorong ke depan agar tidak jatuh ke belakang.

Ukuran untuk Lapangan dari awal lari sampai balok tumpuan ± 45m, dari balok tumpuan sampai bak lompatan ± 13m, bak lompat panjang 8m, lebar 2,75m. kedalaman bak lompat ± 10-20cm.

posted in Olahraga | 0 Comments

19th Desember 2010

Strategi Menerima Keterbatasan Diri

STRATEGI MENERIMA KETERBATASAN DIRI

A.    BERFIKIR POSITIF

Hal pertama yang dilakukan adalah memperbaiki diri kita sendiri. Untuk bertahan hidup dan menang dalam persaingan. Dibutuhkan jiwa yang baik dimana “berpikir positif” bukan lagi menjadi sebuah tujuan, tapi telah menjadi sebuah karakter.

Berpikir positif mendorong kita agar bisa mengambil keputusan yang tepat, membuang keraguan melangkah, di senangi banyak orang, pandai membaca peluang dan lain sebagainya.
Menurut Gerry Robert dalam bukunya “Successibility Thinking”, kita butuh affirmasi untuk melatih diri agar selalu berpikir positif. Affirmasi adalah sesuatu yang kita katakan kepada diri kita tentang diri sendiri. Perkataan positif yang akan merubah perspektif hidup kita agar dapat menjadi orang yang selalu berpikir positif.

Read the rest of this entry »

posted in Bimbingan Konseling | 0 Comments

19th Desember 2010

MENGELOLA DIRI SECARA EFEKTIF

Mengelola Diri Secara Efektif

A. PENGELOLAAN DIRI
Manajemen diri adalah kemampuan mengelola pola perilaku agar aktivitas kehidupan bisa terselesaikan dengan baik. Dalam bekerja, seseorang yang mempunyai manajemen diri yang baik, biasanya mampu mengelola dan menyelesaikan pekerjaan dan aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan (seperti menjalin jejaring atau sekolah lagi).

Memang, untuk sebagian orang, mengelola diri tak mudah. Karenanya, dalam proses ini Anda harus menetapkan tujuan, evaluasi perilaku, serta penyusunan rencana-rencana untuk mendapat hasil yang Anda harapkan. Untuk itu, tak jarang Anda harus mengubah kebiasaan-kebiasaan yang selama ini sering Anda lakukan.

Sebelum melakukan perencanaan manajemen diri, terlebih dulu Anda harus mengenal karakterisitik pekerjaan Anda. Ada dua karakteristik pekerjaan:

Pertama, pekerjaan yang sepenuhnya di bawah kontrol kita. Misalnya, pekerjaan yang sering kali mengharuskan Anda berada di belakang meja, seperti sekretaris atau pegawai administrasi.

Kedua, pekerjaan yang sering kali dipengaruhi faktor luar. Contohnya, pekerjaan di media massa, yang bayak mengandalkan situasi untuk mengejar aktualitas. Untuk menyusun manajemen diri, memerlukan tiga kemampuan, yaitu:
1. Kemampuan memprediksi
Kemampuan ini sangat penting terutama pada pekerjaan yang sering kali dipengaruhi faktor luas. Keluar, ini menyangkut kemampuan memprediksi atau meramalkan situasi dan keadaan yang sangat penting. Sedangkan ke dalam, ini menyangkut kemampuan untuk memperkirakan seberapa banyak tugas atau beban pekerjaan yang akan dilakukan.

2. Kemampuan kategorisasi
Ini merupakan kemampuan untuk mengelompokkan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab.

3. Kemampuan menentukan prioritas
Menentukan prioritas, dengan mempertimbangkan waktu, dampak dan siapa pemberi tugas.

Dengan bantuan diagram kategori pekerjaan, sebenarnya bisa dengan mudah menentukan prioritas. Prioritas pertama adalah pekerjaan yang penting dan mendesak. Setelah itu, mempertimbangkan antara pekerjaan penting dan tidak mendesak. Lihatlah situasi saat itu. Pekerjaan penting, bagaimanapun harus dikerjakan. Tinggal bagaimana mempertimbangkan dikerjakan sekarang atau nanti. Sedangkan pekerjaan mendesak harus dilihat pengaruh kepentingannya. Jika pengaruhnya sedikit, pekerjaan mendesak bisa dikurangi porsi kerjanya atau ditiadakan sama sekali.

B. FAKTOR-FAKTOR
Hal yang perlu di perhatikan jika terdapat faktor-faktor tertentu yang bisa menggagalkan pekerjaan yang harus diperhitungkan agar tidak menjadi penghambat.
1. Faktor eksternal
Dalam setiap pekerjaan, faktor penghambat eksternal ini berbeda-beda. Faktor ini berada di luar jangkauan diri. Bila mempunyai kemampuan prediksi yang baik, seharusnya faktor ini bisa diminimalkan. Dalam dunia bisnis, misalnya sering kali tidak tahu persis apa kemauan konsumen. Tapi, bila rajin mengamati tren pasar, pasti bisa mengatasinya.

2. Faktor internal
Ada tiga hal yang terkait, yaitu:
a. Bobot pekerjaan itu sendiri, berat atau ringan
b. Orang-orang yang terkait dengan pekerjaan
c. Waktu.

Tanpa manajemen diri yang baik, pekerjaan yang hasilkan tidak akan pernah sempurna. Hanya bisa menyelesaikannya, tapi soal kualitas belum tentu. Dan juga sulit menghadapi hambatan yang tiba-tiba muncul. Sebagai contoh, saat sudah kepepet, tiba-tiba sakit perut atau mendapat tugas mendadak yang harus segera ditangani. Bagaimanapun, hasil pekerjaan akan jauh lebih baik dan memuaskan jika sudah mampu mengelola diri dengan baik.
Di samping itu, manajemen diri yang kacau hanya akan menguras waktu dan energi. Setiap saat merasa tergesa-gesa dan akan kehilangan waktu berkualitas untuk diri sendiri dan keluarga.Kalau merasa manajemen diri memang tidak bagus, saat ini juga sebaiknya melakukan perubahan. Tidak ada kata terlambat untuk hal yang baik. Ada tiga hal pokok yang harus lakukan untuk mengubah diri, yaitu monitoring, evaluasi, dan reinforcement (penguatan diri).
Misalkan, Anda biasa bekerja terburu-buru. Dalam seminggu, Anda hanya bekerja dua hari di saat menjelang tenggat. Berarti waktu Anda sangat mepet. Untuk mengubah kebiasaan ini, Anda harus membuat program yang harus Anda taati. Perubahan ini bertahap dari minggu ke minggu. Misalnya, minggu pertama Anda boleh bekerja mepet tiga hari menjelang tenggat. Minggu ke dua, empat hari sebelum tenggat dan seterusnya. Perubahan ini harus dimonitor dan dievaluasi. Jika pada minggu pertama ternyata berhasil, maka Anda perlu memberi penguatan diri, misalnya dengan cara memberi hadiah bagi diri Anda sendiri. Sebaliknya jika gagal, dendalah diri Anda, misalnya dengan jalan mentraktir teman.

C. Hambatan Mengelola Diri
Kebiasan menunda adalah salah satu ciri orang yang manajemen waktunya kacau. Biasanya,orang-orang yang suka menunda-nunda pekerjaan sering mengatakan sebagai berikut:
“Kalau saya menunda satu hari saja, tidak akan mengganggu jadwal,toh, masih ada hari esok”.
“Tidak masalah jika saya terlambat beberapa menit, orang lain pun sering terlambat juga”.
“Jika belum menemukan kalimat pembuka yang pas, saya belum bisa menulis apapun”.
“Saya baru bekerja dengan baik kalau sudah dikejar tenggat”.

Agar kita mempunyai strategi didalam mengelola diri kita, sehingga kita mampu bekerja sesuai dengan waktu yang diberikan, kitapun mampu melakukan aktifitas kita yang lainnya tanpa ada beban pekerjaan yang kita tinggalkan. Kitapun dapat melakukan hobby kita, tanpa memikirkan pekerjaan, karena kita sudah mampu mengelola diri kita.

posted in Bimbingan Konseling | 0 Comments

  • Kategori

  •  

  • Mei 2012
    S S R K J S M
    « Mar    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031